Policy Paper: Strategi Diferensiasi Pembangunan Kecamatan di Kabupaten Bogor Berbasis Analisis Klaster
Abstract
Ketimpangan pembangunan antar kecamatan di Kabupaten Bogor menunjukkan pola yang persisten dan bersifat multidimensional. Kondisi ini tercermin dari variasi akses layanan dasar, kapasitas ekonomi, dan capaian pembangunan manusia. Melalui pendekatan klaster multidimensional yang menggunakan hierarchical clustering dan K means terhadap indikator IPM, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas ekonomi, serta PDRB per kapita, penelitian ini mengidentifikasi tiga tipologi wilayah yaitu wilayah inti pertumbuhan, wilayah transisi, dan wilayah tertinggal. Temuan tersebut menegaskan perlunya penyesuaian kebijakan pembangunan daerah agar lebih selaras dengan karakteristik masing masing wilayah dan tidak lagi bergantung pada pendekatan seragam. Policy paper ini menawarkan kerangka kebijakan diferensial berbasis klaster untuk memperkuat pemerataan pembangunan melalui peningkatan layanan dasar pada wilayah tertinggal, penyeimbangan kapasitas fasilitas pada wilayah transisi, serta pengelolaan pertumbuhan yang inklusif pada wilayah inti. Integrasi tipologi klaster ke dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah direkomendasikan sebagai instrumen penting untuk meningkatkan efektivitas intervensi pembangunan dalam mendukung agenda pemerataan pembangunan nasional di Indonesia.
Kata Kunci: analisis klister, kebijakan diferensial, ketimpangan pembangunan, perencanaan spasial, tipologi wilayah.
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor. (2025). Laporan akhir analisis indeks pembangunan manusia (IPM) dan produk domestik regional bruto (PDRB) 40 kecamatan Kabupaten Bogor tahun 2025.
Chandra, R., & Hartono, D. (2021). Regional inequality and human development in Indonesia: A clustering approach. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 57(3), 345–368. https://doi.org/10.1080/00074918.2021.1909690
Kementerian PPN/Bappenas. (2023). Pembangunan daerah berbasis pengurangan kesenjangan wilayah. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional.
Nugroho, A., Siregar, H., & Widyastuti, T. (2023). Regional typology and development disparity in Indonesia: Integrating Klassen typology and cluster analysis. Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi Dan Pembangunan, 24(1), 45–60. https://doi.org/10.23917/jep.v24i1.20456
Organisation for Economic Co-operation, & Development. (2020). Regional disparities and inclusive growth in Indonesia. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/8f7c9b9a-en
Resosudarmo, B. P., & Vidyattama, Y. (2021). Regional income disparity in Indonesia: Trends and determinants. Asian Economic Papers, 20(2), 1–23. https://doi.org/10.1162/asep_a_00787
Suryahadi, A., Al Izzati, R., & Suryadarma, D. (2022). The impact of infrastructure and public services on regional human development in Indonesia. World Development, 150, 105715. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2021.105715
Widodo, T., & Hidayat, S. (2023). Digitalisasi pembangunan daerah sebagai strategi penguatan ekonomi regional. Jurnal Pembangunan Daerah, 7(1), 1–15. https://ejournal.kemendagri.go.id
Williamson, J. G. (1965). Regional inequality and the process of national development. Economic Development and Cultural Change, 13(4), 1–84. https://doi.org/10.1086/450136
World Bank. (2022). Indonesia economic prospects: Boosting the recovery.
DOI: https://doi.org/10.62389/bina.v4i2.137

View My Stats
Bina : Jurnal Pembangunan Daerah is licensed under CC BY-NC 4.0


