Produksi Beras Indonesia di Tengah Tekanan Iklim dan Dinamika Kebijakan
Abstract
Beras merupakan komoditas strategis yang berperan sentral dalam ketahanan pangan dan stabilitas sosial-ekonomi Indonesia. Tingginya ketergantungan konsumsi beras menjadikan keberlanjutan dan stabilitas produksinya sebagai kepentingan strategis nasional. Namun, dalam satu dekade terakhir, produksi beras nasional menghadapi tekanan multidimensional yang bersumber dari perubahan iklim, alih fungsi lahan, kenaikan biaya produksi, serta dinamika kebijakan pangan yang belum sepenuhnya adaptif dan terintegrasi. Artikel ini bertujuan menganalisis kinerja produksi beras nasional, mengidentifikasi faktor penentu utama yang memengaruhi produktivitas dan stabilitas pasokan, serta merumuskan implikasi kebijakan berbasis keberlanjutan. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif-kritis terhadap data sekunder nasional dan internasional yang dikombinasikan dengan telaah kebijakan pangan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada 2024 luas panen padi mencapai sekitar 10,05 juta hektare dengan produksi 53,14 juta ton gabah kering giling (GKG), menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, produksi beras periode Januari-Desember 2025 diproyeksikan meningkat menjadi 34,71 juta ton seiring kenaikan luas panen padi hingga 11,33 juta hektare. Temuan ini menegaskan bahwa stabilitas produksi beras tidak hanya ditentukan aspek teknis budidaya, tetapi juga kualitas tata kelola kebijakan, kapasitas adaptasi sistem pangan terhadap risiko iklim, efisiensi pascapanen, serta kredibilitas data produksi dan stok.
Kata kunci: produksi beras; ketahanan pangan; kebijakan pangan; perubahan iklim; keberlanjutan.
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Ansari, A., Pranesti, A., Telaumbanua, M., Alam, T., Taryono, Wulandari, R. A., Nugroho, B. D. A., & Supriyanta. (2023). Evaluating the effect of climate change on rice production in Indonesia using multimodelling approach. Heliyon, 9(9), e19639. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e19639
Badan Pusat Statistik. (2025). Luas Panen dan Produksi Padi di Indonesia 2024 (Angka Tetap) (Vol. 8, Number 15). https://www.bps.go.id
Badan Pusat Statistik. (2026). Berita Resmi Statistik 5 Januari 2026 (Vol. 4). https://www.bps.go.id
Food, & of the United Nations, A. O. (2021). GIEWS Country Brief: The Republic of Tunisia.
Food, & of the United Nations, A. O. (2023). The State of Food and Agriculture 2023: Revealing the true cost of food to transform agrifood systems. FAO.
Pingali, P. L. (2012). Green revolution: Impacts, limits, and the path ahead. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America, 109(31), 12302–12308. https://doi.org/10.1073/pnas.0912953109
Pretty, J., Toulmin, C., & Williams, S. (2011). Sustainable intensification in African agriculture. International Journal of Agricultural Sustainability, 9(1), 5–24. https://doi.org/10.3763/ijas.2010.0583
Setyanto, P., Pramono, A., Adriany, T. A., Susilawati, H. L., Tokida, T., Padre, A. T., & Minamikawa, K. (2018). Alternate wetting and drying reduces methane emission from a rice paddy in Central Java, Indonesia without yield loss. Soil Science and Plant Nutrition, 64(1), 23–30. https://doi.org/10.1080/00380768.2017.1409600
Tendall, D. M., Joerin, J., Kopainsky, B., Edwards, P., Shreck, A., Le, Q. B., Kruetli, P., Grant, M., & Six, J. (2015). Food system resilience: Defining the concept. Global Food Security, 6, 17–23. https://doi.org/10.1016/j.gfs.2015.08.001
Tilman, D., Balzer, C., Hill, J., & Befort, B. L. (2011). Global food demand and the sustainable intensification of agriculture. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America, 108(50), 20260–20264. https://doi.org/10.1073/pnas.1116437108
Timmer, C. P. (2017). Food Security, Structural Transformation, Markets and Government Policy. Asia and the Pacific Policy Studies, 4(1), 4–19. https://doi.org/10.1002/app5.161
DOI: https://doi.org/10.62389/bina.v4i2.136

View My Stats
Bina : Jurnal Pembangunan Daerah is licensed under CC BY-NC 4.0


